Rabu, 28 Desember 2011

Jangan nanti-nanti...

    Janji memang hanya seukir kata manis yang terucap dari mulut. Namun janji, merugikan yang lain jika tidak ditepati, membuat harapan besar bagi mereka, untuk janji yang mereka katakan dapat ditepati.Dengan hati yang penuh sabar, mereka pun mencoba, mencoba untuk kembali bersabar dankembali berusaha menerima kenyataan. Kian hari, hati mereka berdebar dan makin bingung. Akankah janji itu dapat ditepati? akankah kata-kata yang terurai indah itu dapat mengubah keadaan? hanya pertanyaan tanpa jawab itulah yang menjadi belenggu dalam kehidupannya saat itu. Slogan-slogan terpampang indah pada dinding-dinding di sekitar jalan, dalam slogan itu terdapat tulisan yang penuh membuat kebingungan " lebih baik lebih cepat, jangan nanti-nanti ..." Tapi mana ? tapi mana ? kata-kata itu berulang kali terlontar dari mulut-mulut mereka. Janji itu hanya seukir kata-kata yang penuh sia-sia, membawa harapan besar bagi masyarakat,dan membawa perasaan kecewa yang  tiada bisa diceritakan dalam selembar kertas. Jangan nanti-nanti dan jangan hanya berjanji. Mereka yang mau menepati, merekalah yang sadar akan kewajibannya, bahwa janji itu perlu ditepati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar